Detail Cantuman Kembali
kuat tarik kayu kamper (Dryobalanops Lanceolata) dengan tipe sambungan butt joint pada kapal tradisional
Kayu kamper merupakan jenis kayu yang mudah di dapatkan dan terjangkau di dalam pembuatan konstruksi kapal kayu, selain itu kayu kamper memiliki kelas kuat dan keawetan yang hampir menyerupai kayu jenis jati yang memiliki kelas kuat II dan kelas keawetan I-II. Kayu kamper pada penggunaan konstruksi kapal kayu tidak terlepas dari tempat dimana kayu kamper tersebut digunakan. Sambungan atau hubungan kayu itu sendiri merupakan titik terlemah pada suatu konstruksi kapal. Oleh karena itu penggunaan sambungan dan tipe sambungan yang terdapat disuatu konstruksi kapal kayu nantinya di analisa kekuatan tariknya dengan variasi tipe-tipe sambung yang berbeda agar sambungan tedalam kondisi dalam pembuatan konstruksi kapal yang lebih besar. Sambungan yang digunakan adalah sambungan dua irisan dengan tipe-tipe sambung seperti perekat, mur dan baut juga kombinasi antara perekatan dan pembautan. Pengujian spesimen berdasarkan standar ASTM D 143-94 untuk uji tarik. Dari hasil pengujian spesimen dilakukan analisa kekuatan tarik kemudian dari hasil pengujian nilai kekuatan tarik dibandingkan hingga mendapatkan sambungan yang nilai kekuatan tariknya paling terbaik Hasil untuk pengujian yang mempunyai nilai kekuatan tarik yang paling besar adalah sambungan dengan menggunakan tipe sambung kombinasi antara perekatan dengan pembautan spesimen F3 dengan tegangan tarik sebesar 224,38 kg/cm² dan regangan 17,7 cm pada interval 4200 kgf. Maka dari itu pengujian tarik variasi tipe sambungan didapatkan tipe sambungan dengan kombinasi perekat dan pembautan (spesimen F3) adalah sambungan dan tipe sambung yang paling terbaik pada pemakaian untuk balok geladak.
621.17.12 Her k
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2017
Surabaya
xii, 59 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







